Anies Baswedan, Gubernur Terbodoh Dalam Riwayat

Anies Baswedan, Gubernur Terbodoh Dalam Riwayat

Sebetulnya saya telah malas ngurusin manusia satu ini, tetapi kok ya makin kesini makin menjadi-jadi saja sikapnya. Semenjak awal memegang jadi Gubernur DKI Jakarta, ini orang telah ngaco Megapoker88 dengan ucapannya jika kemenangannya jadi Gubernur DKI Jakarta ialah kemenangan muslim pribumi, walau sebenarnya ia sendiri pendatang keturunan Arab, bukan orang asli pribumi. Tidak ngaca.

Sesudah memegang jadi Gubernur DKI Jakarta, ngaconya makin menjadi-jadi. Dari mulai memperkenankan PKL jualan di trotoar, lalu jalan Jatibaru di Tanah Abang ditutup untuk PKL jualan, selanjutnya menyemprot kali item berbau busuk taik dengan minyak wangi serta menutupnya dengan jaring supaya itemnya kali tidak terlihat.

Publik tidak lupa kebijaksanaan ngawurnya yang hidupkan kembali becak supaya berkeliaran bebas di jalanan Jakarta. Lalu dengan pedenya menghiasi Jakarta dengan tanaman plastik. Betul-betul Gubernur gila.

Serta yang lebih konyol buat monumen bambu yang umurnya cuma satu tahun doang dengan habiskan uang rakyat sebesar Rp 550 juta. Dimana otaknya coba.

Sekarang publik digemparkan dengan budget siluman yang angkanya mengagumkan edan. Pikirkan saja bagaimana kemungkinan Pemprov DKI menganggarkan Rp 82,8 miliar rupiah untuk pembelian lem Aibon, Rp 123 miliar untuk pembelian bolpen, dan Rp 121 miliar untuk pembelian computer.

Lalu ada pula budget kertas Rp 213 miliar, tinta printer Rp 400 miliar, stabilo Rp 3 miliar, penghapus Rp 31 miliar, serta Rp 31 miliar kalkulator.

Itu belum terhitung budget Rp 5 miliar untuk lima orang influencer pariwisata DKI, budget Septic Tank Rp 166 miliar, serta budget mengecat jalan sepeda yang tembus sampai Rp 73 miiliar. Kan bodoh. Yang lebih bodoh , budget bangun Pos SATPAM disundulnya dengan dana sebesar Rp 9,1 juta/mtr.. Otaknya dimana coba.

Baca juga : Crytek Gak Meyakini Squadron 42 Hasil Dev Star Citizen Luncurkan Tahun Ini

Tetapi yang herannya ia justru potong budget perlakuan banjir sebesar Rp 500 miliar. Apa bukan bodoh itu namanya, walau sebenarnya kecoak-kecoak di selokan juga paham tahu jika Jakarta ini sumber musibah banjir, kok bisa-bisanya anggarannya ia potong.

Lalu pekerjaan beberapa team pembantu Gubernur yang terhimpun dalam TGUPP apa itu saja kok dapat ada budget yang tidak logis itu? Digaji besar sampai beberapa puluh juta rupiah per bulan, tetapi tidak ada fungsinya benar-benar buat kemaslahatan masyarakat DKI Jakarta.

Walau sebenarnya beberapa puluh orang yang terhimpun dalam team TGUPP-nya itu mendapatkan upah serta sarana yang super fenomenal. Ketua TGUPP saja bisa upah Rp 51.570.000 per bulan, terhitung sarana mobil dinas Toyota Altis. Itu belum terhitung upah yang diterima oleh beberapa anggota TGUPP-nya itu dari mulai beberapa puluh juta sampai belasan juta rupiah per bulannya. Kan gila.

Keseluruhan budget untuk team TGUPP itu tembus sampai Rp 19 miliar. Itu belum terhitung ongkos makan mereka serta ATK yang tembus sampai Rp 437 juta. Bila ditotal keseluruhannya, keseluruhan budget TGUPP tembus sampai Rp 20 miliar.

Cukup sampai disana? Tidak. Dalam mengajukan budget tahun 2020, budget TGUPP melompat mencolok jadi Rp 26,5 miliar. Untuk apa coba. Beberapa kekonyolan serta kengawuran dilakukan tanpa ada sadar jadi bentuk kebodohannya dalam kerja. Tetapi tetap serta tetap dengan entengnya serta tanpa ada beban tetap ngeles tingkat dewa.

Ya beginilah mengakibatkan orang yang tidak paham apa-apa dipaksakan jadi Gubernur DKI Jakarta. Tipikal serta keunikan Gubernur Kadal Gurun yang nihil prestasi dengan retorika segudang.

Jakarta yang telah rapi serta bermartabat di masa pak Jokowi serta pak Ahok sekarang jadi rusak serta amburadul kembali. Saya tidak ingin berangan-angan jika Anies Baswedan ingin nilep uang sekitar itu untuk modal logistik nyapres 2024 atau untuk menumpuk kekayaan pribadinya, tetapi orang ini bodoh masalah budget.

Masih ingat kan budget fenomenal tunjangan Guru yang diserahkan Anies Baswedan sebesar Rp 23,3 triliun yang diketemukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani waktu Anies masih memegang jadi Mendikbud dahulu?

Itu belum juga proposal budget sebesar Rp 571 triliun yang ia kemukakan dengan alasan bangun Jakarta sepanjang 10 tahun depan. Budget yang Anies kemukakan itu menaklukkan keseluruhan budget untuk bangun ibukota negara baru yang cuma Rp 466 triliun saja.

Dari sana saja telah terlihat jika orang ini orang bodoh, terutamanya dalam soal membuat budget. Tetapi ia mahir tutupi kebodohannya dengan keunggulannya yang pintar menyusun kata serta pintar main sandiwara, terhitung tetapi tidak terbatas pemain watak kelas ikan hiu.

Entahlah bagaimana orang ini dapat jadi Gubernur DKI Jakarta, laron-laron di baskom serta cicak-cicak pada dinding juga pada tercengang, kok dapat ya?

Kekuasannya bukan lantaran kehendak Allah. Namun sebab dosa beberapa manusia dungu over dosis mabok agama yang memilihnya jadi Gubernur DKI Jakarta.

Jika orang ini menjadi Gubernur di provinsi lain, kemungkinan orang tidak mengurusinya, tetapi ini menjadi Gubernur di ibukota negara yang notabene ialah representatif NKRI di mata dunia. Kan ngehe.

Bila kita banding dengan Gubernur-Gubernur yang lain di negara ini, Anies Baswedan ialah Gubernur terbodoh dalam riwayat NKRI. Manusia satu ini ialah sumber malapaetaka serta musibah buat masyarakat DKI Jakarta.

Cukup sudah penderitaan masyarakat DKI Jakarta di pimpin oleh orang bodoh masalah budget, pecatan Menteri juga.

Dalam hati saya menanyakan, kurang lebih bagaimana nasib masyarakat DKI Jakarta kalau ia dipilih jadi Gubernur DKI Jakarta. Mudah-mudahan itu tidak berlangsung. Amit-amit, orang waras tentu trauma sekali di pimpin oleh Gubernur terbodoh dalam riwayat NKRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *