Modus Fake Taxi, Ajak Penumpang Berhubungan Intim dan Merekamnya

Modus Fake Taxi, Ajak Penumpang Berhubungan Intim dan Merekamnya

Sopir taksi online berinisial AS (34) ditangkap aparat kepolisian. Dia dituding memeras penumpang yang dipacarinya. Modusnya, AS kirim rekaman video disaat dia serta korban lakukan hubungan intim. Video itu diambil dengan cara diam-diam. AS memohon beberapa yang sambil mengintimidasi bakal sebarkan video rekaman itu seandainya kemauannya dipenuhi.

Berasal dari Pacaran Kepala Polsek Pademangan Komisaris Joko Handono memperjelas, pertemuan AS dengan korban mulainya tak disengaja. Korban membeli taksi online serta datanglah AS. Rupanya, komunikasi livescore goaloo keduanya bertambah sampai lebih dari sekadar sopir serta penumpang. Keduanya akan memutuskan berpacaran.

Satu disaat, AS membawa korban buat melaksanakan interaksi tubuh. Interaksi terlarang itu sebabkan korban hamil. AS lantas mempunyai komitmen nutuk menikah siri dengan korban. Rupanya AS diam-diam merekam interaksi intim mereka. Menguras Tabungan.

Disaat kehamilan korban sudan masuk bulan ke enam, AS setelah itu memohon uang sebesar Rp 5 juta. Dia mengakui, baru-baru ini menabrak orang di jalan.

Korban lantas penuhi permohonan AS. Tak berhenti sampan disana, AS setelah itu memohon kartu ATM korban. AS memakan semuanya yang di dalamaya. ” Seusai diberikan ATM, enam bulan hilang tak ada berita. Setelah itu mendadak memberi pesan singkat lewat WA yang didalamnya pengancaman, ” kata Joko. AS mengintimidasi bakal jual video itu ke situs porno lokal seandainya tak dikirimi uang.

Sandiaga Uno Narasi Sempat Terjerat Banjir Jakarta

Ada 14 Korban Selesai diamankan, polisi menemukannya perihal mengagetkan di ponselnya. Ada 14 rekaman video korban lakukan hubungan intim dengan manita berlainan.

Wanita-wanita itu seluruh yaitu penumpangnya. Berdasar pada pernyataan, dari 14 wanita itu, tiga salah satunya dinikahinya dengan cara siri. Kepala Unit Reserse Kejahatan Polsek Pademangan AKP Muhammad Fajar mengemukakan, AS kebanyakan menginginkan penumpang wanita kesepian.

AS saat ini dijaring dengan Masalah 27 Ayat 1 serta Masalah 4 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Terkait ITE. Dia pun digunakan masalah 378 KUHP terkait penipuan dengan ultimatum maksimum enam tahun penjara. Trauma Healing Korban Sesaat, korban yang saat ini alami trauma berat bakal dikasihkan trauma healing oleh Unit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) di Polres Metro Jakarta Utara.

Komisaris Joko memberi tambahan, korban alami trauma atas dua perihal. Trauma pertama ialah diiming-imingi bakal dinikahi terduga. Walaupun sebenarnya AS cuma menikahinya dengan cara siri seusai menghamili. ” Yang paling fatalnya yaitu dibawa melaksanakan interaksi suami istri hingga ia hamil, punyai anak serta melahirkan tiada keputusan status serta tak dinafkahi bapaknya, ” kata Joko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *